Memahami Psikologi Dalam Trading

Psikologi Trading
Memahami Psikologi Dalam Trading
Aktivitas trading di level manapun pada umumnya melibatkan emosi, dan bisa jadi Anda merupakan seorang trader yang memiliki tingkat kecerdasan yang luar biasa. Namun percayalah bahwa hal tersebut tidak akan terlalu berguna dalam trading jika Anda tidak mampu menguasai emosi Anda.

Berikut ini adalah beberapa nasihat bijak yang sebaiknya dituruti ketika Anda memutuskan untuk terjun ke dalam dunia trading.

1. Plan your trade. Trade your plan
Terapkan Trading Plan
Trading plan adalah semacam aturan yang Anda terapkan untuk diri Anda sendiri. Rencanakan dengan baik setiap strategi trading Anda, dan eksekusi rencana itu ketika tiba waktunya tanpa ragu.

2. 3M (Mind, Method dan Money)
Mind erat kaitannya dengan faktor psikologi, termasuk ketika nantinya Anda menerapkan trading plan dan manajemen risiko.

Method berhubungan erat dengan sistem trading dan strategi yang Anda gunakan.Metode yang Anda gunakan sebaiknya adalah metode yang sudah teruji keampuhannya.

Money adalah uang. Ini tentang bagaimana Anda mengelola modal dengan menerapkan manajemen modal yang baik, yang juga sudah dibahas dalam modul pembelajaran ini. 3M ini merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Harus serasi antara metode yang digunakan dengan kemampuan modal, dan harus memiliki keberanian untuk mengeksekusi transaksi berdasarkan trading plan Anda.

3. Hilangkan Sikap Serakah
Jangan Serakah Saat Melakukan Trading
Semua orang (normal) pasti setuju bahwaserakah itu tidak baik. Itulah gunanya target profit, yaitu untuk mencegah Anda untuk menjadi terlalu bernafsu dalam memburu “ikan besar” namun membuang semua “ikan kecil” dari ember Anda.

Ketika harga sudah menyentuh target profit Anda, sudahlah. Terima itu. Meskipun harga ternyata masih melanjutkan pergerakannya. Anda masih memiliki banyak waktu untuk mencari peluang lain.

Demikian pula ketika pasar dengan bengisnya menghajar level stop loss Anda.

4. Kurangi Kerugian. Biarkan Keuntungan
Berjalan
Hadapi Keuntungan dan Kerugian
Jangan lakukan sebaliknya. Ini sangat penting, karena banyak sekali trader yang justru melakukan sebaliknya. Pahami bahwa tidak mengapa sesekali mengambil satu langkah mundur untuk mengambil dua langkah maju.

Mungkin saat ini terdengar aneh bagi Anda, namun di luar sana banyak sekali trader yang kuat berlama-lama menahan posisi loss ratusan pips namun dengan segera menutup posisi yang sedang profit meskipun baru beberapa pips saja. Kalau ini yang Anda lakukan, ibaratnya Anda mengambil satu langkah maju namun kemudian mundur sembilan langkah.

5. Hilangkan Sikap Overtrade
Hindari Overtrade
Jangan overtrade. Jangan tergoda untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar tanpa didukung oleh perhitungan dan manajemen modal yang baik.

Banyak sekali trader yang melakukan hal itu hanya untuk satu tujuan, supaya cepat menghasilkan profit dalam waktu singkat. Mereka tidak ingat bahwa semakin besar jumlah transaksi yang dilakukan maka potensi kerugiannya pun akan semakin besar pula.

6. Intuisi: Kawan atau Lawan?
Insting Dalam Trading Forex
Konon, trader yang berpengalaman akan memiliki “insting pasar” yang lebih tajam.
Apakah benar? Lalu apakah boleh menggunakan insting dalam trading?

Sepertinya kata yang lebih tepat adalah intuisi daripada insting. Insting itu lebih kepada kemampuan hewan dalam bertahan hidup. Ada seekor kucing dipelihara seseorang sejak bayi. Tanpa induknya, karena anak kucing itu ditemukan terlantar di tempat sampah. Namun pada perkembangannya si anak kucing itu
tetap tahu bagaimana caranya makan, membersihkan badan dan menutupi kotorannya dengan pasir, tanpa pernah diajari oleh pemiliknya.

Banyak sekali trader yang melakukan hal itu hanya untuk satu tujuan, supaya cepat
menghasilkan profit dalam waktu singkat. Mereka tidak ingat bahwa semakin besar jumlah transaksi yang dilakukan maka potensi kerugiannya pun akan semakin besar pula.